Pernyataan Sikap GKA Peringati Hari Buruh dan Aneksasi Indonesia Atas Papua

93

Gereja Komunitas Anugerah Reformed Baptist Salemba pada peringatan Hari Buruh dan Hari Aneksasi Indonesia atas Papua

Sejak bergulirnya periode kedua rezim Jokowi-Ma’ruf Amin, iklim demokrasi, kebebesan berpendapat, perlindungan bagi aktivis dan pejuang hak asasi kemanusiaan semakin dibungkam, belum lagi aksi represif TNI-Polri Oleh karena itu sebagai komunitas iman Kristen di Indonesia, kami merasa perlu untuk ikut bersolidaritas dan menggumulinya.

Belum selesai dengan semua undang undang yang bermasalah dan rancangan undang undang yang bermasalah seperti: RUU Hukum Pidana yang akan mengancam kebebasan dan hak hak sipil, RUU Minerba, Pertanahan, RUU Sumber daya Air, dan RUU PKS,

DPR dan Pemerintah malahan ngotot melanjutkan pembahasan Omnibus Law di tengah situasi pandemik serta kebijakan kartu prakerja yang berwatak oligarki yang berkolaborasi dengan segelintir korporasi. Sejumlah Undang-Undang dan kebijakan semakin menunjukkan keberpihakan kepada investor dan modal ketimbang rakyat dan demokrasi.

Berdasarkan situasi tersebut kami mengajukan tuntutan sebagai berikut:

  1. Hentikan segala bentuk represifitas TNI-POLRI dalam menyikapi aksi-aksi demonstrasi dan ekspresi politik demokratis lainnya dari kaum buruh, kaum tani, mahasiswa dan pelajar, serta segenap unsur masyarakat sipil dan gerakan sosial lainnya.
  2. Hentikan Kriminalisasi terhadap aktivis dan pejuang HAM dan demokrasi (Kriminalisasi Aktivis Papua, Anarko, Ravio).
  3. Batalkan sepenuhnya Omnibus Law, Kartu Prakerja, dan segala RUU yang bermasalah.
  4. Penuhi hak hak pekerja 8.300 Moker Freeport.
  5. Penuhi hak hak pekerja perempuan dan penuhi lapangan kerja bagi LGBT.
  6. Usut tuntas kasus pembunuhan Mira.
  7. Berikan hak untuk menentukan nasib sendiri kepada rakyat Papua.
  8. Tolak masuknya modal yang mendompleng militer ke Papua, ingat Aneksasi Militer Indonesia ke Papua 1 Mei 1963.

Kami juga meminta kepada seluruh komunitas iman Kristen agar menyerukan suara kebenaran, ikut bersolidaritas dalam gerakan rakyat.

Sebab Tuhan telah bersabda kepada setiap Orang yang percaya bahwa:

Yakobus 5:4 (TB) “Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu”

Salam Hormat,

Jakarta 1 Mei 2020