Rakyat Pekerja Bejuang Melawan Krisis Demi Masa Depan Lebih baik

84

Pernyataan sikap ini diinisiatif oleh Partai Sosialis Malaysia (PSM). Partai Sosialis Papua (PSP) bersolidaritas dan terlibat dalam seruan solidaritas partai-partai kiri dan organisasi-organisasi kelas pekerja di Asia Tenggara menyikapi pandemik Covid-19 dan bahaya krisis ekonomi bagi rakyat Papua, terutama kelas pekerja.

Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai Negara di belahan dunia telah terpuruk akibat pendemi Covid-19. Negara-negara Asia Tenggara tidak terhindar. Krisis kesehatan yang menimpa rakyat adalah bagian tak terpisahkan dari krisis kapitalisme global. Sistem ini melahirkan ketidaksetaraan dan ketidakadilan sosial di semua bidang kehidupan. Pandemi telah meledak di tengah-tengah krisis iklim, dan memunculkan krisis lain – ekonomi yang memicu resesi ekonomi terburuk sepanjang sejarah.

Kami, kelas pekerja dan rakyat miskin merasakan dampat terburuk pedemi Covid-19. Selain mengancam kesehatan dan kehididupan mayoritas rakyat pandemic ini juga menyebabkan hilangnya pendapatan dan pekerjaan bagi kelas pekerja dan rakyat miskin di berbagai tempat.

Pekerja menghadapi risiko PHK atau dirumahkan, tanpa kompensasi upah. Sementara itu pekerja kontrak dan informal tengah mempertaruhkan nyawa untuk tetap mencari nafka tanpa perlindungan yang layak dari pandemi.

Buruh migran, pengungsi, pekerja harian dan banyak lainnya termasuk di antara kelompok-kelompok yang menanggung beben akibat ketidakmampuan kelas penguasa dalam menangani krisis ini. Berbagai program bantuan sosial yang diluncurkan oleh pemerintah di Negara-negara  yang terkena pandemi, masih jauh dari kata cukup dalam meringankan kesengsaraan dan penderitaan rakyat pekerja dan kaum miskin.

Kebijakan neoliberal yang memfasilitasi privasi dan komersialisasi layanan dan barang publik—seperti rumah sakit dan air—serta deregulasi pasar keuangan, telah menghancurkan ketahanan masyarakat terhadap krisis sosial. Pelucutan anggaran serta privatisasi layanan kesehatan publik selama empat puluh tahun terakhir telah mengakibatkan ketidakmampuan pemerintah dalam menangani krisis kesehatan efektif.

Selama krisis pandemik ini, kita telah menyaksikan bagaimana pemerintah di sejumlah Negara memanfaatkan krisis untuk semakin menindas kelas pekerja dan rakyat miskin—seperti upaya mengesahkan RUU Omnibus Law—dan mengerahkan kekuatan militer dan polisi untuk semakin membungkam suara rakyat. Belakangan ini juga Negara semakin meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas publik dan kelompok gerakan. Semua ini menunjukan tren semakin otoriternya Negara.

Kita tidak boleh membiarkan pandemik digunakan sebagai alasan oleh pemerintah untuk menjadi semakin represif dengan membatasi ruang demokrasi dan menekan gerakan rakyat.

Ketika banyak krisis terjadi dan meluas hingga ke seluruh penjuru dunia, kita tidak bisa lagi kembali ke kehidupan di bawah masyarakat kapitalis. Inilah saatnya bagi kita untuk memikirkan kembali dan menantang modal ekonomi kapitalisme yang telah menciptakan kesenjangan besar antara si kaya dan si miskin, dan membuat kelas pekerja benar-benar rentan terhadap dampak terburuk pandemi.

Sudah saatnya bagi kita untuk membangun solidaritas di antara rakyat pekerja melintasi batas-batas identitas Negara-bangsa, teritori serta ras/etnis, untuk mendorong kehidupan baru yang betul-betul berarti bagi rakyat. Kita ingin masa depan dengan kehidupan sosial-ekonomi yang menjamin dan meningkatkan kualitas hidup bagi setiap orang.

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun ini berlangsung di tengah-tengah krisis global ini. Momentum ini juga mengingatkan kelas pekerja di seluruh dunia bahwa perjuangan untuk dunia yang adil, lebih aman, dan lebih baik untuk semua tidak mungkin terwujud tanpa solidaritas, mobilisasi, serta rakyat pekerja yang terorganisir dan sadar terhadap tuntutan perubahan sosial yang sejati.

Kami, organisasi yang bertanda tangan dibawa ini, menyerukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Seluruh pemerintah Negara-negara di Asia Tenggara harus memaksimalkan seluruh sumber daya publik dan swasta di sektor layanan kesehatan secara efektif untuk mengendalikan dan mengurangi dampak pandemik Covid-19, dengan fokus khusus pada rakyat pekerja dan kaum miskin. Pastikan akses perawatan kesehatan universal gratis untuk semua, termasuk bagi migran dan pengungsi. Pemerintah juga harus memastikan perlindungan yang layak bagi petugas kesehatan dan pekerja di garis terdepan melawan pandemik Covid-19.
  2. Memperkuat layanan publik, termasuk sistem kesehatan publik, pendidikan, perumahan, fasilitas listrik, air bersih, transportasi umum dan infrastruktur sosial lainnya, dengan menerapkan pajak progresif terhadap perusahan besar dan orang super kaya. Pastikan pendidikan gratis untuk semua. Pemerintah Negara-negara Asia Tenggara harus mengupayakan sungguh-sungguh rezim perpajakan progresif. Layanan publik yang dikuasasi/dimiliki oleh swasta harus diambil alih Negara dan dikendalikan lewat partisipasi rakyat.
  3. Menjamin pekerjaan dan pendapatan pekerja, melalui investasi pemerintah di sektor-sektor produktif, seperti pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sosial, pertanian berkelanjutan, dan produksi pengan, energi bersih terbaharukan, penyediaan perumahan sosial dan lainnya. Kita butuh jaminan kerja dan pendapatan bagi jutaan rakyat pekerja. Sistem kapitalis yang berorientasi pada keuntungan tidak mampu melakukan ini. Kita perlu intervensi pemerintah yang bernakna. Pemerintah Negara-negara Asia Tenggara harus bekerja sama untuk “Kesepakatan Baru” bagi Asia Tenggara untuk membangun ekonomi yang berfungsi untuk peningkatan kehidupan masyarakat, bukan keuntungan perusahaan.
  4. Pemerintah Negara-negara di Asia Tenggara harus membuat mekanisme upah regional yang layak untuk menghentikan kebijakan tenaga kerja murah dan penindasan upah, agar memungkinkan pekerja di seluruh wilayah menikmati bagian yang adil untuk tenaga kerja.
  5. Mengembangkan rencana komprehensif untuk meningkatkan ketahanan pangan untuk mengatasi kelangkaan pangan sebagai kebutuhan dasar di saat krisis dan melingungi mata pencaharian petani kecil.
  6. Hapuskan dan batalkan semua utang-utang yang dibebankan pada pemerintah sehingga pemerintah punya lebih banyak dana yang dapat dialokasikan untuk pelaksanaan program-program sosial bagi masyarakat saat krisis.
  7. Hentikan semua penggusuran. Pemerintah harus memastikan hak dasar atas perumahan yang layak bagi seluruh rakyat. Batalkan pembayaran sewa bagi rakyat miskin agar dapat menjamin hak atas perumahan dan mengurangi beban masyarakat. Bangun lebih banyak perumahan sosial.
  8. Bebaskan semua tanahan politik. Tahanan lain yang bersalah atas tuduhan kriminal atau yang dibebaskan tanpa bersyarat, penjara yang melebihi kapasitas punya resiko tinggi terhadap penularan penyakit.
  9. Pemerintah harus menyadari bahwa kebijakan karantina, atau PSBB dalam memerangi Covid-19 hanya dapat efektif juga publik dilibatkan. Pemerintah tidak boleh menggunakan alasan karantina PSBB atau pengawasan pasien sebagai kedok untuk mengambil tindakan-tindakan represif dan tidak demokratis. Implementasi tindakan melawan pandemik Covid-19 harus dikendalikan oleh otoritas kesehatan dibawa pengawasan demokratis, bukan oleh militer dan polisi. Kami menentang seluruh intervensi oleh militer dalam politik dan pemerintahan dengan dalih pengendalian pandemik Covid-19. Kami sangat memperhatikan kemans arah setiap langkah dan gerak-gerik yang diambil pemerintah.
  10. Pemerintah Negara-negara di Asia Tenggara harus memberikan perhatian khusus pada meningkatnya kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh perempuan dan anak perempuan. Kekerasan ini meningkat sebagai akibat dari kebijakan karantina atau PSBB. Pemerintah harus mengalokasikan dana yang memadai dan mendukung yang diperlukan untuk memantau dan membantu para korban kekerasna dalam rumah tangga.
  11. Menentang saksi pidana sepihak yang dikenakan oleh pasukan imperialis (terutama Amerika Serikat) pada Negara-negara yang tidak sejalan dengan kepentingan mereka, termasuk Kuba, Venezuela, dan Iran.

Perjuangan kita disertai dengan alternatif dari ststem kapitalisme, yaitu sosialisme yang dibangun atas prioritas kelangsungan kehidupan manusia dan alam raya, alih-alih keuntungan kapitalis. Inti dari visi sosialis berdasarkan pada semangat solidaritas, sesuatu kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan umat manusia dari bencana kesehatan dan ekonomi.

Dengan semangat internasionale kelas pekerja, kami menyerukan solidaritas dan dukungan di antara dan bagi seluruh rakyat pekerja di dunia sebagai upaya untuk membangun dunia yang lebih baik.

Pernyataan ini didukung oleh:

  1. Partai Rakyat Pekerja (PRP), Indonesia
  2. Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS), Indonesia
  3. Parti Sosialis Malaysia (PSM), Malaysia
  4. Jaringan Rakyat Tertindas (JERIT), Malaysia
  5. Partido Lakas ng Masa (PLM), Filipina
  6. Bukluran ng Manggagawang Pilipino (BMP), Filipina
  7. Sanlakas, Filipina
  8. Partido Manggagawa (PM), Filipina
  9. Socialist Workers Thailand Group, Thailand
  10. Partai Sosialis Papua (PSP)
  11. Socialist Alliance, Australia
  12. Borderless Movement, Hong Kong
  13. Japanese Revolutionary Communist League (JRCL), Jepun
  14. Nava Sama Samaja Party (NSSP), Sri Lanka
  15. Europe solidaire sans frontières (ESSF), Perancis